Sukses di Frankfurt Book Fair (FBF) 2015; Indonesia Kembali Diundang Oleh Jurgen Boss, Presiden Frakfrut Book Fair

Setelah sukses melaksanakan perannya di Frankfurt Book Fair (FBF) 2015 sebagai tamu kehormatan (Guest of Honour), Indonesia kembali diundang oleh presiden Frakfrut Book Fair, Jurgen Boss, untuk Tampil di FBF 2016 yang akan berlangsung pada 18 Oktober. Setahun pasca FBF, Indonesia menunjukan prestasi dengan karya – karya anak bangsa yang terus mendunia dan penjualan rights yang terus meningkat, Dari hanya 60 judul penjualan rights keluar negeri pada tahun 2014, memasuki 2016, Indonesia telah berhasil menjual ratusan rights.

Menteri pendidikan dan kebudayaan (Mendiknas) memberikan arahan bahwa diplomasi budaya harus berlanjut pembentukan komite buku nasional (KBN) yang sudah berjalan. Dan ikut aktif dalam pelaksaan beberapa pameran buku international. Hal terseut di lakukan sebagai upaya untuk memprovokasi dan melintasi  hak cipta karya Indonesia (lisensi Rights). Pada tahun 2016 Kemerdekaan/ lembaga yakni kemendikbud dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Dalam pelaksanaannya FBF 2016, Indonesia akan hadir di tiga vey Indepentnue, yaitu Standar Nasional yang luasnya 200 meter persegi dan akan memamerkan buku – buku yang telah terpilih oleh Tim Kurator Independen dengan jumlah buku yang di pamerkan sekitar 300 buk. Selanjutnya akan di lakukan aktifitas jual dan beli hak cipta (copyrights) baik yang langsung di lakukan oleh co-exhibitor maupun oleh literary agent.

Ricky Pesik

Foto : Press Conference, Kamis pagi, (29/9), Aula Graha, Ged A. Lt.2, Komp. Kemendikbud, Senayan. Jakarta.

Kemudian stand buku anak yang memamerkan buku anak juga di pilih oleh team Kurator independen dan akan memajang 40-50 buku, dengan luas stand 20 meter persegi. Terakhir di Agora – tenda khusus yang di bangun oleh Indonesia seukuran 50 meter persegi, disertai panggung yang di peruntukan untuk pertunjukan (performance), selain itu ada 5 panggung lainnya tempat narasumber Indonesia berkiprah, yaitu dua sesi di internatinonal stage, business club dan show kitchen di gourmet gallery, dan children stage.

Terdapat beberapa acara menarik di FBF tahun ini, mulai dari kehadiran penulis di antaranya laksmi pamuntjak, Eka Kurniawan hingga Seno Gumira Ajidarma, serta beberapa penulis lainnya. Laksmi adalah penyair dan penulis yang memenangkan Liberaturpreis tahun ini, sebuah penghargaan dari negara jerman yang disponsori oleh frankfut book fair untuk novelnya Amba. Eka adalah penulis novel yang masuk dalam nominasi the man booker international prize 2016 untuk bukunya lelaki harimau (Man Tiger) dan cerpen seno bertajuk “ saksi mata” pernah memperoleh Dinny O’Heam Prize for literary, 1997. Eka kurniawan juga mendapat penghargaan FT/Oppenheirmer funds emerging voices untuk kategori fiksi mengalahkan penulis-penulis fiksi yang sudah mendunia. Ini tidak terlepas dari upaya-upaya penerjemah karya anak bangsa ke dalam bahasa asing yang akan terus dilanjutkan oleh komite buku nasional melalui program bantuan dana penerjemah (litRi)

Selain agenda di atas, Indonesia di FBF 2016 juga menampilkan budaya dan seni, termasuk program Happy Hour yang adalah acara santai di stand Indonesia tempat para co-exhibitor Indonesia berbincang-bincang dengan relasi penerbit internasional mengenai peluang kerjasama bisnis sambil menikmati penganan khas Indonesia. selain itu, para pameran ini, chef bara pattiradjawane akan menghidangkan sajian soto dalam program “ A Spoonful of Indonesia warmth” yang dipersembahkan oleh bekraf. (r/p)

 

About

POST YOUR COMMENTS