KBN Cilincing, Diharapkan Bebas Pelecehan Seksual

Newswartasatu.com, JAKARTA Komite Buruh Perempuan Kawasan Berikat Nusantara (KBN) mencanangkan peluncuran kawasan pabrik bebas kekerasan seksual pada Jumat (25/11). Aksi ini untuk menyikapi masih maraknya buruh perempuan di KBN Cakung yang mendapat pelecehan seksual.

“Peluncuran ini sebagai bagian dari perjuangan kami untuk menolak kekerasan seksual pada buruh perempuan sebagaimana terdapat dalam Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja No. SE.03/MEN/IV/2011,” ujar salah satu pengurus Komite Buruh Perempuan KBN, Jumisih, Jumat (25/11).

KBN

sumber foto ; www.viva.co.id

Acara ‘Pencanangan Kawasan Berikat Nusantara Bebas Pelecehan Seksual’ dilakukan pada Jumat (25/11) sekitar pukul 09.00 WIB di depan pintu masuk KBN Cakung, di Jalan Cakung Cilincing (Cacing), Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. “Acara ini rencananya akan dihadiri Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohanna Yambise yang secara simbolis meluncurkan kawasan pabrik bebas kekerasan seksual,” tambahnya.

Ia mengungkapkan tindakan kekerasan seksual di KBN terutamanya terjadi pada buruh asal daerah yang masih polos. Mereka belum memahami hak-hak perlindungan perempuan. “Sampai kini masih sering terjadi kekerasan seksual, mulai siulan, ditowel, diremas-remas, dipeluk, dicium, bahkan ada yang mengalami hubungan intim hingga hamil, sayangnya pihak laki-laki tidak bertanggung jawab,” ungkap Jumisih.

Para pelaku kata dia, biasanya rekan buruh pria yang lebih lama bekerja. Namun ada juga yang jabatannya di atas korban seperti supervisor, bagian HRD, dan bagian pengawasan. “Bahkan ada WNA (Warga Negara Asing) level manager melakukan kekerasan seksual terhadap buruh perempuan, dari hasil survei yang kami lakukan selama setahun terakhir ada 25 korban kekerasan seksual di 15 pabrik selama kurun waktu beberapa tahun terakhir,” tandasnya.

Dia berharap, dengan pencanangan yang bertepatan hari anti kekerasan perempuan pada 25 November ini, para pelaku usaha dan pihak terkait lebih memperhatikan perlindungan para pekerja, khususnya perempuan. Langah ini juga sekaligus memberitahukan kepada publik bahwa selama ini banyak pekerja perempuan yang mendapatkan tindakan pelecehan di kawasan KBN,” kata dia. (sumber www.berita satu)

 

 

About

POST YOUR COMMENTS