ISAQ, Menumbuhkan Rasa Kemanusiaan, ‘Peringati Hari Anti Korupsi Dan HAM

ISAQ
Newswartasatu.com – JAKARTA, Setelah sebelumnya sempat sukses mengadakan acara seminar Guru Bangsa, kali ini yayasan Raidhatul Ihsan yang menaungi Lembaga Pendidikan Ketauhidan ISAQ Education Center kembali menyelenggarakan seminar Nasional dengan tema. “ Tanamkan rasa kemanusian untuk menumbuhkan keadilan dan Adab kepada Tuhan Yang Maha Esa, Alam Semesta dan Seisinya Serta Sesama Manusia”. Bertempat di Gedung Joang 45, jl Menteng Raya No. 31, Jakarta Pusat.
Turut menghadirkan beberapa narasumber yaitu Bpk. Erry Riyana Hardjapamekas SE (Mantan Wakil Ketua KPK); Bpk. DR. H. Abdul Chair Ramadhan, SH, MH. (Ahli Pidana Kasus Penodaan Agama, Perwakilan MUI), lbu Hj. Yuni Budiastuti, SE, MBA (Pemimpin Redaksi Buletjn Holistik Kehidupan); DR. Elisa Anggraeni, STP, MSc. (Buletin Holistik Kehidupan) dan Bpk. Bima Himawan Ramantika ST, MM (Direktur ISAQ Education Center).

Dalam kata pengantarnya Erry Riyana Hardjapamekas, mantan wakil ketua KPK mengatakan pemberantasan korupsi tidak semudah membalikan telapak tangan, tidak ada pil yang jitu mampu memberantas korupsi. Sehingga di perlukan kesabaran.”
Menurut dirinya korupsi ada dua macam : pertama, korupsi karena kerakusan, keserakahan dan kedua korupsi karena kebutuhan sehingga proses penangan tentu membutuhkan cara yang berbeda beda. Tidak bisa sama antara satu dengan yang lainnya.
Di penutupnya ia menekankan bahwa “kita jangan takut Miskin karena Jujur”.

Acara yang dipandu oleh Bpk. Bima Himawan Ramantika ST, MM (Direktur lSAQ Education Center) mendapat antusias luar biasa dari para peserta seminar yang hadir yang rata – rata berasal dari kalangan mahasiswa, organisasi kepemudaan, guru guru serta peserta lintas agama.

Pesan-pesan yang diangkat dalam Seminar Nasional ini adalah bahwa korupsi bukan hanya diatasi dengan cara kuratif (penindakan), tetapi juga preventif (pencegahan). lbarat virus yang selalu ada, kita hendaknya langan lupa membangun sistem kekebalan tubuh anti korupsi dalam diri kita dan anak-anak bangsa, agar kita menang melawan ego kita. Demlkian pula dalam aspek hukum. Hukum harus senantiasa ditegakkan tanpa pandang bulu dan harus merujuk kepada hukum yang tertinggi yaitu hukum Allah SWT, bukan akal-akalan manusia. Kita sadari, bahwa setiap peristiwa yang dihadirkan dihadapan kita, adalah atas izin Allah.”
Pada acara tersebut turut pula di tampilkan beragam karya seni disampaikan lbu Susilawati Susmono, yang memiliki makna yang sangat dalam. Tampilan seni yang dibawakan oleh lSAQ Talents mencakup pembacaan puisi yang berjudul ”Nasihat Kepada Diriku”; tampilan Tari Kosongkan, Tari Dhandanggula, Tari Syukur serta tampilan lagu berjudul Sesal, Terpiatu dan Syukur. (R/P)

About

POST YOUR COMMENTS