KMI, Gelar Diskusi Akhir tahun 2016

Kaukus Muda Indonesia

Foto Lentera.Indonesia

Newswartasatu.com, JAKARTA – Kaukus Muda Indonesia (KMI) Menggelar Diskusi Akhir tahun 2016, kamis, (15/12), Hall Gedung Dewan Pers. Narasumber yang turut hadir pada acara tersebut di antaranya Firmanzah ( Rektor Univ Paramadina ), Bhima Yudhistira (Pengamat Ekonomi INDEF ) Thomas T. Limbong (Kepala BKPM ) Danang Girindra Wardhana (Ketua Kebijakan Publik ).

Dari hasil dilakukan oleh sebuah lembaga survey, yakni Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk “ Kinerja Pemerintahan, dua tahun Pilpres ”. Dapat kita jadikan bahan untuk melakukan refleksi perkembangan atau kinerja bidang Ekonomi selama Tahun 2016, Survey dengan Responden sebanyak 1.027 Orang dan waktu pelaksanaan survey adalah pada 22-28 juni 2016.

Metode yang dipakai Multistage Random Sampling, memiliki margin Of error sekitar tiga persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.” Survey itu menyatakan tingkat kepuasan terhadap pemerintahan JOKOWI-JK di bidang Ekonomi meningkat sebanyak 37 persen responden menyatakan kondisi sekarang kebalikannya hanya 23 persen, masih menurut survey tersebut sebanyak 55 persen masyarakat optimistis.

Kondisi perekonomian pada Tahun 2017 akan datang lebih baik dari tahun ini, disisi lain sebanyak 8 persen responden dilaporkan telah mengutarakan pesimismenya. Survey ini mengundang kritikan, karena lebih menekankan atau mengukur tingkat kepuasan masyarakat terkait kinerja pemerintah  JOKOWI-JK bidang Ekonomi, bukan bagaimana memotret kondisi Ekonomi yang sifatnya obyektif. Misalnya saja tentang masalah kemiskinan, bila menggunakan parameter Bank Pembangunan Asia (ADB) berupa angka batas garis kemiskinan berupa pendapatan harian sebesar 1,25 dolar AS dan 2 dolar AS, penduduk miskin di indonesia berjumlah 43,1 juta jiwa dan 117,4 juta jiwa, di sisi lain jumlah penduduk Indonesia near poor atau hampir miskin yang dikelompokkan.

Berdasarkan indikator pengeluaran harian satu setengah kali garis kemiskinan mencapai lebih dari 100 juta atau 40 persen. Data BKPM, realisasi modal asing kuartal 1/2016 berhasil membuka 190.610 lapangan kerja, dan dari dalam negeri menyerap 327.170 tenaga kerja, penyerapan tenaga kerja, dari luar jawa sebanyak 146.320 Orang, naik 17,1 persen dari periode sama tahun lalu, sebaliknya pembukaan lapangan kerja di Jawa menunjukkan penurunan, bila pada triwulan pertama 2015 angka penyerapan tenaga kerja di Jawa tercatat 190.298 Orang, triwulan pertama 2016 hanya 180.850 saja atau turun 5 persen, lima sektor terbesar realisasi penanaman modal dalam negeri adalah Industri makanan ( Rp 8,9 triliun ) tanaman pangan dan perkebunan. ( Rp 8,8 triliun ) Industri kimia dasar, barang kimia dan Farmasi (Rp 5,7 triliun ) listrik, Gas, dan ( Rp 5,1 triliun ). Serta tranportasi, Gudang, dan telekomunikasi ( Rp 5 triliun ).

Disinilah diperlukan upaya untuk melakukan Refleksi atas perkembangan bidang ekonomi sepanjang tahun 2016 ini sebagai bahan untuk memproyeksikan kondisi ekonomi pada tahun depan ujar KETUA UMUM KAUKUS MUDA INDONESIA ( KMI ) Edi Humaidi dalam sambutannya dalam pembukaan diskusi dihadiri oleh para undangan dan mahasiswa -mahasiswi Se-Jabodetabek. (FJR)

About

POST YOUR COMMENTS