Diskusi Akhir Tahun Fokal IMM

Newswartasatu.com, JAKARTA – Bagi bangsa Indonesia tahun 2016 adalah tahun penuh turbulensi, baik secara politik, ekonomi dan pertahanan keamanan.

Turbulensi politik ditandai oleh aksi demonstrasi besar-besaran ummat Islam Indonesia yang menuntut penegakan hukum atas dugaan penistaan agama. Turbulensi ekonomi terlihat pada perlambatan pertumbuhan ekonomi, turunnya pendapatan pajak, dan melambatnya ekonomi rakyat akibat turunnya harga komoditas.

Diskusi Akhir Tahun Fokal IMM

Foto, news.okezone.com

Azrul Tanjung, Sekjen Kornas Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) mengatakan bahwa isu pertanahan dan keamanan ditandai penyanderaan WNI, isu laut China selatan, dan radikalisme.” Hal tersebut di sampaikan dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 28/12).

Menurut Ia, segenap komponen bangsa, baik militer-sipil, penyelenggara negara-sipil society, pribumi-non pribumi, dan elit ekonomi-pekerja niscaya memahami turbulensi Indonesia dengan kewaspadaan dan penelaahan jernih.

“Pergolakan politik-ekonomi jangan sampai membahayakan kohesi kita sebagai sebuah bangsa sehingga abai mencermati potensi yang mungkin menjadi ancaman bagi keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutur Azrul.

Eksistensi NKRI, sambungnya, merupakan tanggung jawab segenap anak bangsa, karena dengan demikian lah ketahanan Indonesia sebagai sebuah negara bangsa menjadi terjamin. Pertahanan rakyat semesta, sebagai sebuah konsep bela negara telah teruji sejak masa penjajahan yang mengantarkan Indonesia menjadi negara merdeka.

Dengan kondisi seperti itu, siang ini, Kornas Fokal IMM pun menggelar diskusi akhir tahun sebagai forum reflektif-solutif membincang kondisi kebangsaan, serta ajang silaturrahim berbagai komponen bangsa dengan bahasan jernih dari sejumlah narasumber.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh data informasi persoalan kebangsaan dan nasib kedaulatan NKRI; bagaimana pengaruh kedaulatan NKRI pasca amandemen UUD 1945; mengawal dan menyatukan berbagai komponen bangsa untuk perduli dan ikut andil dalam menjaga NKRI dan kedaulatan bangsa,” kata Ketua Panitia, Ton Abdillah Has. Ton menambahkan bahwa acara ini akan dimulai dengan ceramah umum dari Panglima TNI Gatot Nurmantyo. (FJR)

About

POST YOUR COMMENTS