CAPAIAN KINERJA Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Tahun 2016 

pencapaian kinerja

Newswartasatu.com, JAKARTA – Perkembangan sistem pemerintahan Indonesia saat ini mengarah pada sistem “Good Governance”. Terkalt dengan hal tersebut, sesuai dengan amanat Presiden RI. kinerja pegawai pemerintah harus ditingkatkan dan inefisiensi penggunaan anggaran harus ditiadakan, maka Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), khususnya Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) senanhasa berupaya membangun kinerja pegawai yang efektif, efisien dan berorientasi kepada pelayanan

Plt, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Zulficar Mochtar mengatakan, sesuai dengan lnstruksi Presiden No.8 Tahun 2016 tentang Langkah-langkah Penghematan Belanja Kementerian/Lembaga Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan Tahun Anggaran 2016. anggaran DJPT telah terpotong cukup signifikan paska selfblocking menjadi 1,856 Triliun.

“Sesuai perintah Presiden, kami memangkas anggaran KKP khususnya DJPT untuk menghemat pengeluaran negara yang tidak efisien. Sehingga kami harap langkah kami sudah tepat dan sepenuhnya kami maksimalkan untuk program bantuan kepada nelayan. Program bantuan DJPT 2016 terdiri dari program bantuan sarana penangkapan ikan (Kapal dan Alat Penangkap Ikan), peningkatan kehidupan nelayan. penataan perizinan, keberlanjutan sumber daya alam, dan pembangunan wilayah terluar,” jelas Zulficar.

Saat ini bantuan kapal perikanan untuk nelayan telah terbangun sebanyak 725 kapal berukuran 5 -30 GT melalui 60 galangan nasional dengan 170 koperasi penerima yang telah tervalidasi. Adapun proses pengadaan kapal dilakukan melalui LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) dengan menggunakan sistem e-katalog artinya lebih transparan e – KKPI, Sementara bantuan Alat Penangkap lkan (API) telah diproduksi sebanyak 7.012 paket bantuan dengan 4O jenis API, melalui 4 pabrik API nasional dengan 170 koperasi penerima.

“Kami juga konsisten dalam meningkatkan kehidupan neIayan melalui Asuransi Nelayan dan Sehat Nelayan. Sebanyak 600.000 calon penerima Asuransi Nelayan telah terverifikasi dan validasi di 34 provinsi, dimana 409.498 bantuan premi asuransi nelayan tersalurkan. Sementara untuk Sehat Nelayan sejumlah 17.101 bidang tanah nelayan telah tersenifikasi tahun 2016.” ujar Zulficar.

Selain itu. penataan perizinan telah dilakukan DJPT untuk memberikan pelayanan prima kepada stakeholder. Sebanyak 6.573 izin teIah terbit yang terdiri dari 2.313 SIUP, 3.944 SIPL dan 316 SIKPI dengan total pendapatan PNBP sebesar 360,86 M. Sementara. gerai perizinan ukur ulang kapal juga telah dilakukan di 32 provinsi, dan layanan e-service perizinan perpanjangan izin berbasis online untuk mempermudah stakehotder juga telah berjalan.

Adapun program keberlanjutan sumber daya alam melalui pengalihan alat penangkap ikan ramah lingkungan di Pulau Jawa juga telah dilakukan DJPT. “Sebanyak 3.198 kapal ukuran <10 GT dan 2.578 kapal ukuran 10 30 GT kapal cantrang telah teridentifikasi. Selain itu, sejumlah 2.091 unit alat tangkap cantrang teiah diganti,” papar Zulficar.

Saat mi, DJPT juga memfasilitasi Gerai Permodalan Nelayan (Gemonel). Gemonel dapat dimanfaatkar oleh seluruh nelayan yang membutuhkan permodalan (usaha/investasi) dengan berbagai skim kredit Namun. untuk saat ini diprioritaskan untuk nelayan eks cantrang atau arad dengan skim Kredit Usah Rakyat (KUR) mikro dan ritel.

“Tujuan Gemonei pada dasarnya untuk percepatan fasilitasi permodalan khususnya untuk skema KU mikro dan retail bagi nelayan. Sebanyak 189 stakeholder telah mengajukan permohonan kepada pihak perbankan dengan nilai usulan mencapai Rp 46 milyar. Selanjutnya proses pencairan kredit sepenuhnya merupakan kewenangan pihak  bank,“ tutur Zulficar.

Outlook Program Anggaran DJPT Tahun 2017.

Pagu DJPT tahun 2017 sebesar 2,024 Trilun. Adapun kegiatan prioritas stakeholder DJPT sebesar 1,4 Triliun yang terdiri dari 1.080 unit Kapal Perikanan, 2.990 unit Alat Penangkap Ikan, 500.000 premi Asuransi Nelayan , 4 lokasi SKPT (Natuna, Nunukan, Saumlaki, Merauke) dan 7 Pelabuhan perikanan. (SARI)

 

About

POST YOUR COMMENTS