Kerja Nyata Pengawasan Mewujudkan Kedaulatan

kementrian kelautan dan perikanan

Newswartasatu.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) terus memberikan sumbangsih kerja nyata mewujudkan kedaulatan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan. Hal ini terlihat daii capaian kinerja yang telah dilakukan selama tahun 2016 dalam penanganan berbagai kegiatan ilegal di sektor kelautan dan perikanan. Demikian diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal PSDKP, Sjarief Widjaja, pada saat konferensi pers “Retleksi 2016 dan Outlook 2017″ Direktorat Jenderal PSDKP di Jakarta.

Selanjutnya, Sjarief Ndjaja mengungkapkan salah satu capaian pritoritas tahun 2016 adalah penangkapan kapal-kapal pelaku illegal fishing. Selama tahun 2016, Direktorat Jenderal PSDKP melalui 35 armada Kapal Pengawas Perikanan telah berhasil melakukan pemeriksaan terhadap 3.783 kapal perikanan di laut. Dari jumlah tersebut, 163 kapal ditangkap karena terdapat bukti yang cukup telah melakukan illegal fishing, 140 merupakan kapal perikanan asing (KIA), sementara 23 kapal lainnya kapal perikanan lndonesia (Kll).

Sejumlah kapal asing yang ditangkap tersebut didominasi oleh kapal berbendera Vietnam sebanyak 83 kapal, Filipina sebanyak 29 kapal, Malaysia sebanyak 26 kapal, Thailand sebanyak 1 kapal, dan RRT sebanyak 1 kapal, ungkap Sjarief.

Selain penangkapan kapal-kapal ilegal, Direktorat Jenderal PSDKP juga berhasil menangani berbagai kasus kelautan dan perikanan lainnya. Diantaranya operasi tangkap tangan perdagangan insang Pari Manta di Palabuhanratu Sukabumi, pemanfaatan Hiu Paus ilegal di Maluku, perdagangan telur penyu di Tanjung Pinang Kepulauan Riau, pemanfaatan Penyu di Sulawesi Selatan, serta perdagangan ikan Napoleon di Kalimantan Timur.

Kegiatan penangkapan ikan dengan cara merusak menggunakan born ikan juga menjadi target pengawasan. Pada tahun 2016, Pengawas Perikanan berhasil melakukan operasi tangkap tangan pelaku bom ikan, diantaranya di Sulawesi Selatan dan Aceh.

Sementara itu dalam hal penenggelaman kapal pelaku illegal fishing, Direktorat Jenderal PSDKP bersama-sama dengan TNl AL dan POLRI melalui koordinasi Satgas 115 pada

tahun 2016 telah menenggelamkan sebanyak 115 kapal, dengan rincian 59 kapal Vietnam, 22 kapal Filipina, 27 kapal Malaysia, 1 kapal RRT, 1 kapal Nigeria, 1 kapal Belize, dan 5 kapal Indonesia.

Dalam hal penanganan Anak Buah Kapal (ABK) asing yang ditangkap, PPNS Perikanan menetapkan Nakhoda dan Kepala Kamar Mesin (KKM) sebagai tersangka. Sedangkan ABK lainnya dipulangkan (deportasi) ke negara asal melalui koordinasi dengan Direktorat Jenderal lmigrasi dan Kementerian Luar Negeri. Pada tahun 2016 sebanyak 287 berhasil dideportasi ke negara asal. Dari jumlah tersebul, sebanyak 228 nelayan Vietnam dipulangkan dengan cara cepat, menggunakan Kapal Pengawas Perikanan dari Pontianak, Batam, Natuna, dan Tarempa menuju ke perairan perbatasan Vietnam dan selanjutnya dipindahkan ke kapal pemerintah Vietnam. Hal ini sejalan dengan pasal 83A ayat (1) UU 45 /2009 yang menyebutkan selain yang ditetapkan sebagai tersangka dalam tindak pidana perikanan atau tindak pidana lainnya, awak kapal lainnya dapat dipulangkan termasuk yang kewarganegaraab asing.

“PSDKP sekarang paradigma agak sedikit berubah dulu patroli sekarang buru sergab sekarang menggunakan satelit, intelejen titik kapal ada dimana semua menggunakan perangkat tekhnologi setelah terditek kapal menuju lokasi yang di tangkap, anggaran lebih efesien” ungkap Sjarief Widjaja.

Tahun 2016, telah dilakukan penguatan kelembagaan pengawasan di daerah menjadi 14 unit Pelaksana Teknis (UPT) PSDKP yang semula hanya 5 UPT. Penambahan tersebut menyebabkan perubahankomposisi UPT PSDKP menjadi 6 Pangkalan PSDKP yang berada di Lampulo Banda Aceh, Batam Kepulauan Riau, Jakarta , Benoa Bali, Bitung Sulawesi Utara dan Tual Maluku. Sementara jumlah stasiun PSDKP menjadi 8 UPT.

Program Pengawasan Tahun 2017 pemberantasan ilegal fishing dan kegiatan yang merusak sumber daya kelautan dan perikanan. (SARI)

 

About

POST YOUR COMMENTS