KSPI : MAYDAY dengan HOSJATUM

KSPI

Newswartasatu.com, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memastikan 150 ribu buruh bakal menggelar aksi di depan istana, untuk merayakan Hari Buruh atau May Day 2017 yang jatuh pada 1 Mei.

Presiden KSPI Said Iqbal‎ mengatakan, kaum buruh yang memperingati May Day 2017 berasal dari daerah Jabodetabek, Karawang, Purwakarta, Serang, dan Cilegon akan memusatkan aksinya di Istana Negara.

“Dipastikan peringatan May Day 2017, tepatnya 1 Mei akan diperingati buruh dengan menggelar aksi,” kata Said, di Jakarta, Senin (24/4/2017). Aksi ini cermin dari kepedulian dan keseriusan buruh Indonesia dalam memperjuangkan perubahan ke arah lebih baik. Selain di Jakarta, aksi buruh serentak akan digelar di berbagai Provinsi seperti Aceh, Sumatera Utara , Kepulauan Riau, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Gorontalo, Kalimantan Selatan, dan sebagainya.

Untuk saat ini Aksi Mayday ini ada di 32 Provinsi dan 254 kabupaten/ kota di Indonesia. Titik Aksi May day di pusatkan di Kantor Gubernur sementara untuk Jabotabek di Istana Presiden.

Tema besar yang akan diangkat KSPI dan buruh Indonesia dalam aksi May Day tahun ini adalah HOSJATUM.

HOS singkatan dari Hapuskan Outsourcing dan pemagangan. Menurut Iqbal sistem kerja outsourcing, apalagi sekarang ditambah dengan pemagangan, sejatinya adalah praktek perbudakan modern yang tidak memberikan kepastian kerja dan masa depan bagi kaum buruh. Oleh karena itu, sistem kerja eksploitatif seperti ini harus dihapuskan.

JA adalah Jaminan Sosial. Terkait jaminan sosial, KSPI dan buruh Indonesia menuntut Jaminan Kesehatan gratis untuk seluruh rakyat. Dengan kata lain, jaminan kesehatan dibiayai oleh negara melalui APBN. Lebih lanjut Iqbal menegaskan, perjuangan jaminan sosial ini merupakan dedikasi buruh untuk rakyat.

Selain itu, buruh juga menuntut jaminan pensiun buruh dan PNS disamakan. Dengan demikian, manfaat pensiun yang didapat buruh sekurang kurangnya adalah 60 persen dari upah terakhir.

“Jangan diskriminatif terhadap buruh. Sama-sama jaminan pensiun, mengapa buruh dan PNS dibedakan? Toh keduanya sama sama warga negara Indonesia,” kata Said Iqbal.

Sedangkan TUM adalah Tolak Upah Murah. Dalam hal ini buruh menuntut cabut PP 78/2015 dan berikan upah layak.

” Aksi Mayday bukan untuk bersenang-senang seperti didengungkan oleh beberapa pihak namun untuk menyampaikan aksi atas nasib buruh dengan berbagai tuntutannya terelisasi, tutup Iqbal. (manto)

 

About

POST YOUR COMMENTS